Tertinggalnya celana dalam di gunung salak
Apa yang anda rasakan, ketika masuki ke sebuah kamar mandi, dan anda menjumpai celana dalam tersampir dengan indahnya. Mungkin sebagian akan merasa jengah dan neg, sementara yang lain ada yang malah menjadikannya sarana “berfantasi”. Terserah bagaimana anda saja. Tapi buat saya, jengah, neg, dan campur gedeg, kalau menjumpai situasi tersebut. Ghalibnya, seseorang yang telah menggunakan kamar mandi tersebut kemudian meninggalkan “barang” (apalagi yang seharusnya dikategorikan tersembunyi), pastinya kalau tidak karena alpa pasti karena teledor. Masalahnya baru muncul, ketika fasilitas publik dalam operasionalnya masih meninggalkan jejak pakai pengguna terdahulunya, yakni terjadinya pelanggaran hak pakai. Jelas, pelanggaran harus dikenakan sanksi, entah moral maupun denda material (Dan sebaiknya hal itu disadari sebagai sebuah konsekuensi dari keteledoran yang mengganggu kenyamanan orang lain). Dampak dari tertinggalnya celana dalam di kamar mandi, akan beragam. Bagi pelaku, umumnya baru merasa kehilangan setelah beberapa waktu kemudian. (baru nyadar kalau ada barangnya yang raib). Jelas dia rugi karena stock pakaian dalamnya berkurang tanpa alasan yang memuaskan (alasan lupa kebanyakan dinilai mengecewakan). Akan tetapi, kerugian ini bakal berbuah rentetan kerugian dari pengguna kamar mandi berikutnya. Berkurangnya space gantungan baju di kamar mandi misalnya. Jamaknya, orang mandi pasti melepas pakaian dan kemudian menyantelkannya di tempat yang strategis (terhindar dari cipratan air atau bahkan terguyur). Jikalau space cantelan (lagi-lagi di fasilitas publik, yang namanya cantelan relatif minim) sudah terpakai secara tidak sengaja oleh celana dalam yang tertinggal, niscaya resiko jatuhnya pakaian akan semakin besar. Belum lagi gangguan bau (jikalau celdam itu mengandung aroma khas) yang umumnya sangat-sangat mengganggu pernafasan dan kenyamanan dalam menjalankan ritual mandi. Berikutnya, pandangan mata, akan menjadi elemen yang paling mendapatkan friksi disaat berada dalam posisi siap mandi. Salah-salah, hanya karena ada terasa nyempil di pandangan mata inilah yang bakalan mengaburkan lagi niat kukuh sesorang untuk mandi di kamat mandi itu. Kabur….rrrrr. Walhasil, menempatkan celana dalam secara tidak sengaja di kamar mandi, lebih banyak mendatangkan efek merugi. Apalagi jikalau dilakukan secara sengaja dan tertinggalnya di puncak gunung salak sana (Wadduh). Untunglah wa syukurilah, belum ada satupun produsen celdam yang memiliki ide untuk mempromosikan produk terbarunya dengan menggantungkan sampel di kamar mandi (apalagi di kamar mandi umum). Meskipun unik, ide ini rasanya sangat tidak efektif dan cenderung mengganggu. Lebih baik mereka memperagakannya di atas catwalk, seperti yang biasanya dilakukan Victoria Secret (kemudian di shoot Fashion TV) saat mereka meluncurkan produk pakaian dalam terbaru mereka. Bakal lebih banyak lagi mata pria yang jelalatan untuk kemudian berinisiatif untuk membelikan produk baru tersebut. Untuk siapa? Terserah, bisa untuk istri, pacar, selingkuhan, atau bahkan untuk dipakai sendiri (Wakakakak)
NB: Salah satu cara menarik perhatian pembaca adalah memberikan judul tulisan yang eyecatching dalam tulisan kita. Ini yang sedang saya lakukan dalam tulisan kali ini. Tadinya saya mau hubungkan dengan para 7 pendaki Universitas Yarsi yang tempo hari menghilang di Salak dan merepotkan semua pihak. Padahal mereka baik-baik saja, dan hanya malas untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga mereka masing-masing. Tapi ya sudahlah, nanti saja dibahasnya di postingan yang berbeda.
hmmm,..nice,…something has never changed,..;)