Sang Gembel Milyarder

Kayaknya baru kali ini aku pengen nulis soal film yang kemasannya India, Bahannya India asli, tapi kokinya, Orang Inggris. Jadilah aku kayak nonton clip musik, tapi pake cerita dan lebih lama dari sebuah clip, maklum, 120 menit. Danny Boyle, koki film ini, adalah sutradara yang belum lama malang melintang di jagad film laris, tapi semenjak Transporter menjadi tontonan alternatif bak-bik-buk selain sequel James Bond, maka nama dia semakin menanjak. Belakangan, tak baca dari Kapanlagi, Pakdhe Boyle sudah ditawari untuk membesut sequel James Bond selanjutnya.

Well, seperti tak bilang diatas, nonton film ini kayak nonton clip musik. Gambar2 nya enak dilihat, padahal kalau diamati sebener-benernya, lokasinya sebagian besar merupakan kawasan kumuh di Mumbai. Tapi berkat DOP nya yang ciamik, dia menebarkan nuansa sephia dalam nyaris keseluruhan gambar , nyaris aku ndak menemukan paduan warna hijau, kuning, hitam, yang bisa bikin neg, kala melihat kawasan kumuh. Daerah yang penuh dengan sampah, di frame dengan angle yang enak di mata, trus relatif adhem.  Yang ada adalah warna biru, kuning, merah, sampah2 yang bertumpuk dan menjadi latar belakang, berpadu dengan tempo lambat- cepat, dan juga alur flashback yang sauprit-sauprit dalam pengambilan gambarnya.

Soal ceritanya, waah, biasa saja dan relatif sederhana. Adaptasi dari novel Vikas Swarup, kata TEMPO, berhasil mendongkrak penjualan novel aslinya, setelah film ini memenangi 8 penghargaan Oscar. Novel dengan sampul yang sama dengan poster filmnya terjual 35 ribu kopi hanya dalam satu setengah bulan, tulis TEMPO. Disini, aku gak usah banyak menuliskannya, karena bisa dibaca di situs pak anggriawan atau di Wikipedia saja ya. Di Google juga bertebaran kok.

Dalam film ini, kita bisa mempertanyakan, sebesar apa kejujuran itu dinilai. Terus kalau yang pasti, yah cerita keberuntungan yang luar biasa dari seorang anak manusia. Lha wong sedari kecil dia selalu menderita dan mengalami berbagai kisah yang menyedihkan dan kayaknya meninggalkan bekas trauma yang cukup dalam, sehingga dia bisa ingat setiap detil cerita masa lalunya. Lha kok ndilalahnya,   dalam ajang WWTBM India yang di Host oleh Prem Kumar (Anil Kapoor), setiap pertanyaan yang diajukan, itu seiring sejalan dengan perjalanan kisah hidupnya yang pait.Sebut saja ketika jawaban pertanyaannya adalah Amitabachan, dan itu merupakan pengalaman masa kecilnya, ketemu Amitabachan (Di film ini hanya terlihat tangan dan heli-nya saja), dapet tandatangannya tanpa ngantri, setelah nyebur di kubangan “maaf“, tinja, lalu foto bertandatangan Mr Bachan itu dijual kakaknya. Belum lagi waktu ditanya gambar dalam pecahan $100 Amerika, yang dapat dijawab dengan mudah, karena pengalaman yang mendalam ketika ketemu teman yang buta (karena sengaja dibutakan oleh Germo pengumpul anak2), dan juga karena aktifitas dia di Taj Mahal, sebagai guide, yang mendapatkan upah berupa dollar Amerika. Trus pertanyaan apa yang dipegang dewa anu(siapa ya.. saya lupa…), yang akhirnya dijawab dengan ingatan jelas, ketika ibunya dianiaya oleh segerombolan orang, karena masalah Agama, dan dia harus melarikan diri bersama kakaknya, dan kebetulan, di setiap jalan pelariannya kok ya menemukan dewa itu. Yang paling seru, kayaknya waktu Salim menjawab pertanyaan terakhir. Senyum mengembang, karena ingatannya melayang ke masa perkenalan pertamanya dengan Latika, dan dilempar guru sekolahnya dengan buku yang menceritakan tentang jawaban pertanyaan yang diajukan dalam akhir WWTBM itu.  Adapaun kalau dia akhirnya disiksa polisi, saya pikir karena host Prem Kumar yang malu, karena ngasih jawaban, tapi salim menjawab tidak sesuai dengan jawaban itu.

Tapi tetap, saya menangkap sindiran2 halus dalam film ini. Misalnya saja, ketika Salim ditanya Inspektur Polisi (Irfan Khan), kenapa Salim bisa tahu gambar siapa di pecahan $100 Amerika, tapi tidak tahu siapa dalam pecahan 100 Rupee.  Ada pesan halus, dimana nasionalisme India, yang mulai meluntur, berganti dengan keekonomian global yang dimotori negara Paman Sam. Masih ada lagi, kalau melihat siapa pembuat film ini, maka saya dengan mudah menyimpulkan, inilah jawaban industri perfilman Inggris, untuk melawan banjir film2 Bollywood. Tidak dengan melawan, tapi dengan merangkulnya. Toh, Poundsterlingnya nggak lari ke India khan? Lalu mengenai keberuntungan yang bertubi-tubi, tapi masih tetap realistis, karena Salim juga sempat lupa.

Bagi yang nggak suka film India, kalau pengen nonton film ini nggak usah terlalu khawatir akan suguhan “tarian di segala suasana”. Gaya klasik film Bollywood ini hanya ditemukan di ending cerita saja, setelah Salim ketemu Latika di Stasiun Kereta Api. Tapi tabuhan kendang India, cukup mantab digeber di setiap scene yang sesuai. Juga romantisme Salim karena sudah putus asa mencari Latika, kemudian ikut WWTBM, sebagai ajang untuk mencari Latika. Mungkin kalau Danny boyle membuat Salim akhirnya kehilangan uang kemenangan akhirnya, karena ketika Salim memakai fasilitas terakhirnya Phone a Friend dan menemukan suara Latika di nomor HP kakaknya, maka jawaban dari niatan salim ikut WWTBM sudah terjawab dan film langsung selesai, akan lebih sederhana lagi. Tapi ternyata dia memilih double happy ending, dengan salim ketemu Latika, dapet hadiah pula. Selebihnya, saya menganggap, ini film kampanye Visit Mumbai 2009, karena eksploitasi kenyatan sebuah India, dalam sebuah film yang enak sudut pandangnya, lengkap dengan potret kemiskinan, dalam frame yang indah, sehingga kita nggak merasa jijik apalagi jengah dengan sajian potret kemiskinan itu.

Kata Kapanlagi.comPengamat industri film menyatakan, film yang mengangkat tema sosial dari Mumbai, SLUMDOG MILLIONAIRE, yang menghabiskan ‘hanya’ US$15 juta untuk pembuatannya, kini telah meraih pendapatan total sebesar US$217 juta.

Kata parikesit.wordpress.com: kalau ke India, jangan lupa pake kacamata biar adhem melihat kekumuhan yang realistis di India sana.

Comments
One Response to “Sang Gembel Milyarder”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.