Copywriting ala Martabak Tegal
Berjibaku dengan copywriting, sebenarnya sudah secara tidak sadar dilakukan semua orang. Hehehe, sebenarnya sih aji mumpung aja dan pengiritan, kalau pinjem kata2 dari blognya bu Nunu Andini yang bilang, secara satir. Semua orang dilibatin kedalam proses pemilihan content dari sebuah iklan. Tapi sebenarnya, karena keroyokan, maka hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Tapi itu ndak masalah, wong itu sebuah pilihan kok.
Tapi yang saya ceritakan kali ini, mungkin juga tidak nyambung dengan opening diatas. Lha wong cerita saya dimulai dari sebuah gerobak kecil di pinggir jalan mustikasari antara tol timur dengan bantargebang. Singkat ceritanya, beliau ini berjualan martabak, yang kata orang yang beli, martabak Bangka. Tapi yang jual, asli orang Tegal, yang belum pernah menginjak Bangka. Tapi rasa martabaknya boleh lah diadu dengan Martabak Alim sekalipun. Tapi ya itu, penampilan gerobaknya ya Cuma sekedar nya aja. Bagian depan di Branding sama susu cream.
Belakangan saya ngobrol dengan mereka, karena kebetulan istri dan keponakan cukup senang dengan rasa martabak bikinan tegal ini. Jadilah mereka meminta tolong saya untuk membuatkan daftar menu yang baru, sekaligus mengganti nama martabak mereka menjadi martabak tegal. Maka setelah buka photoshop, dan mencorat0coret sana-sini, akhirnya keluarlah ide martabak tegal seperti dibawah ini.
Idenya sederhana saja, dibuat agar orang memperhatikan tulisan Tegal. Nah, sekarang baru mau nyambung lagi dengan tulisan paragraph awal. Menawarkan kata Tegal sebagai Brand dari jualan si mas, sebenarnya lebih kepada mengangkat keunggulan si mas yang berasal dari Tegal. Kalau martabak, wah, sudah banyak macamnya. Namun setelah searching sana-sini, ketahuan kalau brand martabak tegal, masih belum ada yang memakainya. Sebenarnya sih masih kurang puas, karena belum menambahkan Tagline yang umumnya bisa semakin menarik minat orang untuk membelinya. Namun jikalau melihat pangsa pasar martabak si mas, kayaknya sudah cukup dengan logo dan kata Tegal saja dulu untuk sementara. Karena itu sudah cukup mencolok mata (heheh, kalau menurut saya sih).
Saya memang paling suka memainkan kata, dan kemudian membuatnya menjadi sangat terlihat sebagai pemancing perhatian. Misalkan saja pada copywriting yang saya pilih untuk flyers novel Badung Kasarung, yang mencolokkan kalimat seperti yang tertera diatas. Kata-kata, menurut saya bisa tajam dan mampu mengiris kemalasan kita untuk membeli sebuah produk.
Yah, senoga saja, dagangan mereka tambah laku dengan brand martabak tegal, dan Novel Badung Kasarungnya juga bisa sampai cetak ulang.